Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Minggu, 24 April 2011

Minggu, 24 April 2011

Muhasabah Kader Dakwah

Malam Muhasabah Kader Dakwah di Masjid Syuhada Jogjakarta.

Ratusan kader ikhwan berkoko putih-putih memadati masjid “simbol perjuangan” rakyat Jogja semenjak Isya. Dua lantai masjid pun penuh sesak sampai ke emperan di malam minggu itu. Seakan tak mau tertinggal dari kafilah dakwah, hujan pun turut turun dengan amat deras bersamaan cucuran air mata penyesalan, air mata taubat, air mata kekhilafan para kader dakwah yang bersimpuh di masjid mendengar taushiyah muhasabah dari ustadz Muslih Abdul Karim.

“Takutlah pada (berbuat) kedzoliman. Karena itu yang akan membuat kita bangkrut di hadapan Allah,” ujar beliau lalu menceritakan sepenggal hadits…

…Dua orang duduk bersimpuh di hadapan pengadilan Allah. Kemudian yang satu bilang, “Ya Allah, si fulan ini dulu mendzolimi saya ketika di dunia. Sekarang saya ingin keadilan-Mu.”

Allah berfirman, “Ya fulan, kamu harus tanggung jawab. Berikan pahala amalmu sebagai ganti.”

“Ya Allah, aku sudah tidak punya pahala lagi. Semua amalku sudah diambil orang lain yang menuntut atas kedzolimanku.”

Orang yang didzolimi berkata, “Ya Allah, kalau begitu, dosa-dosa ku tolong dipikulkan pada si fulan”.

Tiba-tiba nabi menangis, Nabi mencucurkan air mata , beliau sesunggukan bersabda….

“Innahu layaumun adzim, kullunnas yahtajuna ila man yahmilu min audzarihim…”
(sungguh, hari itu adalah hari yang sangat dahsyat, semua manusia sangat berharap ada orang lain yang mau memikul dosa-dosanya)

Nabi terus menangis, dan para sahabat juga turut menangis deras….
Lalu Nabi membaca ayat…”Fattaqullah wa ashlihu dzata bainikum…”
(Bertaqwalah kepada Allah, dan perbaikilah hubungan diantara kalian….)

Ustadz Muslih juga mengingatkan dengan sebuah hadits dimana Nabi saw mengabarkan kepada sahabat-sahabat tentang “orang biasa” yang dijamin masuk surga lantaran hatinya “terbebas” dari keburukan kepada kaum muslimin lainnya. Tidak punya sakit hati, dengki, iri hati terhadap mu’min yang lain.

“Ternyata, yang menyebabkan kita selamat, bahagia di dunia dan akhirat adalah kebersihan jiwa. Ini muhasabah kita. Mumpung kita baru 55 hari dari tahun 2011, lembaran-lembaran kita itu tolong dimuhasabah,” tegas beliau.

Itulah yang difirmankan Allah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَ لِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman, dan jangalah Kau tanamkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Mahakasih dan Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr: 10)

Di akhir taushiyah, Ustadz Muslich mewasiatkan semua kader untuk tak henti merawat ruhiyah dan akhlaknya dengan 5 wasiat: menjaga sholat jama’ah, menjaga tilawah, menjaga qiyamullail, memperbanyak istighfar, dan terakhir jangan marah.

“Tolong yang sudah berkeluarga, pulang nanti minta maaf sama istri. Jangan sampai ada kader yang marah-marah sama istri,” pesan beliau mewanti-wanti.

Laa taghdhob … laa taghdhob….laa taghdhob… WALAKAL JANNAH
(jangan marah..jangan marah..jangan marah… maka surga untukmu)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates